Sejarah

Program Studi Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa didirikan pada tahun 1984, pada awal didirikan statusnya sebagai perguruan tinggi swasta. Status Program Studi Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berubah menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) pada Tahun 2001, berdasarkan Keputusan Presiden No. 32 Tahun 2001 tentang Pendirian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Program Studi Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di bawah naungan Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang berlokasi di Cilegon, Banten.

Sejarah Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dimulai pada tahun 1982. Beberapa karyawan PT Krakatau Steel (KS) yang pulang studi dari luar negeri ingin meningkatkan taraf pendidikan keteknikan di Cilegon. Dengan dukungan penuh manajemen PT KS, Sekolah Tinggi Teknik (STT) sebagai persiapan Fakultas Teknik di Lingkungan Universitas Tirtayasa mendapatkan ijin operasional dari Koordinator Peguruan Tinggi Swasta Wilayah III Jawa Barat melalui SK No. 040/1982 untuk menyelenggarakan pendidikan tingkat sarjana muda. Surat Keputusan (SK) tersebut ditandatangani pada 15 Mei 1982 di Bandung.

Upaya pengembangan STT terus dilakukan hingga pada tahun 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan SK No. 0596/O/1984 tentang Pengintegrasian Unit-Unit Perguruan Tinggi Swasta ke Dalam Lingkungan Universitas Tirtayasa di Serang Banten, yang ditandatangi pada 28 November 1984.

Terdapat tiga unit PTS yang diintegrasikan yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Tirtayasa menjadi Fakultas Hukum, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Tirtayasa menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Sekolah Tinggi Teknologi Industri Tirtayasa menjadi Fakultas Teknik. Senat Fakultas Teknik Untirta menetapkan tanggal 28 November 1984 sebagai Hari Lahir Fakultas Teknik Untirta. Pada tanggal yang sama, Mendikbud Prof. Nugroho Notosusanto juga mengeluarkan SK No. 0597/O/1984 tentang Pemberian Status Terdaftar kepada Fakultas/Jurusan dalam Lingkungan Universitas Tirtayasa di Serang Banten. Pada SK tersebut terdapat 5 jurusan di Fakultas Teknik yaitu Jurusan Teknik Metalurgi, Jurusan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Industri, dan Jurusan Teknik Kimia.

Seiring dengan proses pemekaran Provinsi Jawa Barat bagian barat menjadi Provinsi Banten, maka pada tahun 2000 para tokoh Banten bersama pimpinan Untirta mengusulkan adanya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Provinsi Banten. Menindaklanjuti usulan tersebut, Presiden BJ Habibie mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 130 Tahun 1999 tentang Persiapan Pendirian Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa. Pada tahun 2001, proses persiapan dinyatakan selesai dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2001 Tentang Pendirian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, yang ditandatangani oleh KH Abdurrahman Wahid pada 19 Maret 2001.